Peninggalan Tidore

Untuk melihat peninggalan-peninggalan Tidore, kita bisa mengunjungi museum Sonyine Malige di Maluku Utara. Museum ini merupakan satu-satunya museum yang memamerkan peninggalan-peninggalan sejarah Kesultanan Tidore. Museum ini dibangun di atas lahan seluas 800 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 300 meter persegi. Bagian utama bangunan ini digunakan sebagai ruang pameran tetap koleksi-koleksi museum, sementara bagian lainnya untuk ruang pemeliharaan dan toilet.


Koleksi-koleksi yang bisa dijumpai di museum ini antara lain singgasana kesultanan, tempolong tempat ludah sultan (ketur), pakaian adat kesultanan, cap kesultanan, alat-alat perang, kerajinan khas Tidore, peralatan gerabah, rumah adat, peralatan pandai besi, serta peralatan berburu.


Karena Tidore sangat erat hubungannya dengan Ternate, Mahkota Berambut Kesultanan Ternate juga disimpan di kamar Puji yang disakralkan oleh penghuni keraton. Tidak sembarang orang bisa masuk ke kamar tersebut. Bahkan, Sultan dan sang Permaisuri hanya sesekali salat di kamar tersebut. Biasanya, saat Sultan dan Permaisuri memiliki permohonan khusus baru bisa melaksanakan salat di kamar Puji.

Museum Sonyine Malige (Nampak Depan)
Museum Sonyine Malige (Nampak Depan)
Kerajinan Perunggu
Barang-barang peninggalan Tidore
Al-Quran dan Mahkota Peninggalan
Dokumentasi
Sejarah Kesultanan Tidore

Tangis Warga Iringi Pemakaman Sultan Tidore yakni Sultan H. Djafar Syah (1999 2012)

Parade Kora Kora yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dalam memperingati kejayaan armada laut Kesultanan Tidore dibawah pimpinan Sultan Nuku

Lufu Kie ~ Ritual Keliling Pulau Tidore dan Ternate yg dilakukan oleh Armada Angkatan Laut Kesultanan Tidore, serta Kerajaan Papua Raja Ampat dan Seram Ambon, dengan Perahu Juwanga.