Silsilah Kepemimpinan

Dahulu Tidore menggunakan sistem kepemimpinan orang terkuat (Layaknya hukum rimba). kemudian berevolusi menjadi sistem kepemimpinan Islam. Para pemimpin di era zaman Tidore kuno dikenal sebagai orang yang kuat (Sakti) dengan julukan Momole (Gelar pemimpin / orang kuat). Hingga pada zaman sejarah (terbentuknya sistem kerajaan modern akibat transformasi zaman), barulah ditahu bahwa seorang pemimpin/raja bergelar Kolano. Beberapa generasi kemudian (Ketika sistem pemerintahan islam diterapkan) barulah penggunaan gelar Sultan digunakan. Berikut para pemimpin dan gelarnya yang pernah memerintah Tidore. Urutan nomor dihitung dari tercatatnya sejarah :

1.
Kolano Syahjati alias Muhammad Nakil bin Jaffar Assidiq
2.
Kolano Bosamawange
3.
Kolano Syuhud alias Subu
4.
Kolano Balibunga
5.
Kolano Duko adoya
6.
Kolano Kie Matiti
7.
Kolano Seli
8.
Kolano Matagena
9.
Kolano Nuruddin (1334-1372)
10.
Kolano Hasan Syah (1372-1405)
11.
Sultan Ciriliyati alias Djamaluddin (1495-1512)
12.
Sultan Al Mansur (1512-1526)
13.
Sultan Amiruddin Iskandar Zulkarnaen (1526-1535)
14.
Sultan Kiyai Mansur (1535-1569)
15.
Sultan Iskandar Sani (1569-1586)
16.
Sultan Gapi Baguna (1586 -1600)
17.
Sultan Mole Majimo alias Zainuddin (1600-1626)
18.
Sultan Ngora Malamo alias Alauddin Syah (1626-1631) memindahkan pemerintahan dan mendirikan Kadato (Istana) Biji Negara di Toloa.
19.
Sultan Gorontalo alias Saiduddin (1631-1642)
20.
Sultan Saidi (1642-1653)
21.
Sultan Mole Maginyau alias Malikiddin (1653-1657)
22.
Sultan Saifuddin alias Jou Kota (1657-1674) memindahkan pemerintahan dan mendirikan Kadato (Istana) Salero, di Limau Timore (Soasio)
23.
Sultan Hamzah Fahruddin (1674-1705)
24.
Sultan Abdul Fadhlil Mansur (1705-1708)
25.
Sultan Hasanuddin Kaicil Garcia (1708-1728)
26.
Sultan Amir Bifodlil Aziz Muhidin Malikul Manan (1728 – 1757)
27.
Sultan Muhammad Mashud Jamaluddin (1757 – 1779)
28.
Sultan Patra Alam (1780-1783)
29.
Sultan Hairul Alam Kamaluddin Asgar (1784-1797)
30.
Sultan Syaidul Jehad Amiruddin Syaifuddin Syah Muhammad El Mab’us Kaicil Paparangan Jou Barakati, Nuku (1797-1805)
31.
Sultan Zainal Abidin (1805-1810)
32.
Sultan Motahuddin Muhammad Tahir (1810-1821)
33.
Sultan Achmadul Mansur Sirajuddin Syah (1821-1856) Pembangunan Kadato Kie
34.
Sultan Achmad Syaifuddin Alting (1856-1892)
35.
Sultan Achmad Fatahuddin Alting (1892-1894)
36.
Sultan Achmad Kawiyuddin Alting Alias Shah Juan (1894-1906) Setelah wafat, terjadi Masa awal konflik internal, (Kadato kie dihancurkan) hingga vakumnya kekuasaan.
37.
Sultan Zainal Abidin Syah (1947-1967) pasca wafat, vakumnya kekuasaan.
38.
Sultan H. Djafar Syah (1999 – 2012) Pembangunan Kadato Kie kembali


Sultan Saifuddin (1657-1674)




Sultan A. M. Sirajuddin Syah (1821-1856)





Sultan Nuku (1797-1805)